Kisah Tentang Desa yang Membenci Jangkrik, Kodok, dan Nyamuk

on Jumat, 04 Januari 2013
Tulisan kali ini akan saya buat berdasarkan kisah yang saya buat-buat. Ngerti maksud "kisah yang saya buat-buat"? ya, kamu pinter, sebuah kisah yang saya karang sendiri tapi Insya Allah akan membuat kamu kecewa jika di baca sampai akhir.

Mari kita mulai.

Di sebuah desa yang nun jauh di sana, terdapatlah kisah tentang warganya yang merasa terganggu dengan suara-suara binatang. Kadang tiap malam terdengar suara jangkrik. Kadang tiap menjelang hujan terdengar suara kodok. Bahkan hampir tiap malam terdengar suara nyamuk. Masyarakat desa setempat pun datang berduyun-duyun ke kepala desa untuk segera menemukan solusi atas masalah ini. Kepala desa pun menanggapinya setengah hati. Warga pun merasa kesal. Gimana tidak kesal, sebuah hubungan yang berjalan dengan setengah hati saja nantinya akan menjadi masalah. Cinta setengah hati hanya akan memberikan sebuah akhir yang mengecewakan. Cinta setengah hati yang berbalik menjadi sakit hati. Saya ngomong apa ini. Ngawur!


Semesta.. Itu kamu.

on Selasa, 01 Januari 2013
Kamu adalah semesta, tempat terindah yang pernah ada.
Terlelap dalam gelap namun bercahaya dalam tenang.
Terasing jauh dari kebisingan, terperangkap sunyi tanpa suara.
Kadang terlihat sibuk mengemas langit.
Kadang terdiam tenang dengan lisan yang tak berkata.

Kamu adalah semesta, dengan milyaran bintang yang entah darimana datangnya.
Tak pernah sendiri dalam lelapnya jagat raya yang tak segan menimpamu dengan kelam.
Tak pernah surut menebar indah dalam ruang dan waktu yang tak terbatas.
Sekalipun jauh namun tetap tampak dalam balutan ruang hampa.
Dalam keluasan tak terhingga, dalam kejauhan namun tampak dekat.